RASIONALITAS PENGGUNAAN ANALGESIK DALAM SWAMEDIKASI NYERI DI KOTA DENPASAR

Ni Putu Lydya, Ni Putu Aryati Suryaningsih, Ni made Umi Kartika Dewi

Abstract


Latar Belakang: Nyeri merupakan keluhan terbanyak yang mendorong masyarakat untuk melakukan praktek swamedikasi. Analgesik efektif dan memiliki indeks terapi yang luas, namun dapat berpotensi untuk menimbulkan efek samping yang serius bahkan ketika digunakan dalam dosis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran terkait rasionalitas penggunaan analgesik dalam swamedikasi nyeri di Kota Denpasar. Metode: Studi ini menggunakan desain cross-sectional dan melibatkan 196 responden yang dipilih dengan consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner pada enam apotek di wilayah Kota Denpasar dan dianalisis secara deskriptif. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa 50,5% responden menggunakan analgesik secara tidak rasional dalam praktek swamedikasi nyeri. Mayoritas responden yang menggunakan analgesik dalam swamedikasi nyeri adalah perempuan, usia 17-25 tahun, tingkat pendidikan tinggi, bekerja dan memiliki tingkat pendapatan yang rendah. Kesimpulan: Setengah dari total responden menggunakan analgesik secara tidak rasional dalam praktek swamedikasi nyeri. Tingginya ketidakrasionalan penggunaan analgesik dapat menyebabkan peningkatkan biaya pengobatan dan dapat menimbulkan kondisi yang berbahaya.

 

Kata kunci: Penggunaan analgesik, rasionalitas, swamedikasi

 

Abstract

Background: Pain is the most complaints of illness that encourage communities to use analgesics in self-medication practice. Analgesics are effective and have a broad therapeutic index, but may have potentially serious side effects even when they used in the right dosage. This study aimed to determine the rationality of analgesic use in pain self-medication in Denpasar City. Method: A cross-sectional design was used, and involved 196 respondents selected through consecutive sampling. Data were collected from questionnaire distribution in six pharmacies in Denpasar City and analyzed by using descriptive statistics. Result: This study found that 50,5% respondents used analgesics irrationally in pain self-medication practice. The majority of respondents who used analgesics in pain self-medication were females, aged 17-25 years old, high education level, employed, and had low income. Conclusion: Half of the total respondents used analgesics irrationally in pain self-medication practice. High of irrational analgesic use can increase medical costs and lead to dangerous conditions.

 

Keywords:  Analgesic use, pain, rationality, self-medication


Keywords


Penggunaan analgesik, rasionalitas, swamedikasi

Full Text:

PDF

References


Abbott, F. V. & Fraser, M. I. 1998. Use and abuse of over-the-counter analgesic agents. Journal of Psychiatry and Neuroscience, 23, 13.

Afif, A. & Wahyuni, A. S. 2015. Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Ketepatan Penggunaan Obat Analgetik Pada Swamedikasi Nyeri Di Masyarakat Kabupaten Demak. Universitas Muhammadiyah.

Ali, S. E., Ibrahim, M. I. & Palaian, S. 2010. Medication storage and self-medication behaviour amongst female students in Malaysia. Pharmacy Practice, 8, 226-232.

Bennadi, D. 2013. Self-medication: A current challenge. Journal of basic and clinical pharmacy, 5, 19-23.

BPS, R. I. 2018. Statistik Kesejahteraan Rakyat. In: STATISTIK, B. P. (ed.). Jakarta: BPS Indonesia.

Carrasco-Garrido, P., De Andrés, A. L., Barrera, V. H., Jiménez-Trujillo, I., Fernandez-De-Las-Peñas, C., Palacios-Ceña, D., García-Gómez-Heras, S. & Jiménez-García, R. 2014. Predictive factors of self-medicated analgesic use in Spanish adults: a cross-sectional national study. BMC Pharmacology and toxicology, 15, 36.

Clarke, G. D., Adams, I. M. & Dunagan, F. M. 2008. Using suitability profiles to better inform consumers' choice of commonly used over‐the‐counter analgesics. International Journal of Pharmacy Practice, 16, 333-336.

Damayanti, D. A. 2017. Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Penggunaan Obat Analgetik Pada Swamedikasi Nyeri Gigi di Masyarakat Kabupaten Sukoharjo. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Depkes, R. I. 2006. Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas. Jakarta: Direktorat Jendral Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan.

Djunarko, I. & Hendrawati, Y. D. 2011. Swamedikasi yang Baik dan Benar, Yogyakarta, PT Intan Sejati.

Halim, S., Setiadi, A. A. P. & Wibowo, Y. I. 2018. Profi l Swamedikasi Analgesik di Masyarakat Surabaya, Jawa Timur (Self-Medication With Analgesic among Surabaya, East Java Communities). Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 16, 86-93.

Harahap, N. A., Khairunnisa, K. & TANUWIJAYA, J. 2017. Pengetahuan Pasien dan Rasionalitas Swamedikasi di Tiga Apotek Kota Panyabungan. JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis), 3, 186-192.

Kristina, S. A., Prabandar, Y. S. & Sudjaswadi, R. 2008. Perilaku pengobatan sendiri yang rasional pada masyarakat Kecamatan Depok dan Cangkringan Kabupaten Sleman. Indonesian Journal of Pharmacy, 32-40.

Lumley, M. A., Cohen, J. L., Borszcz, G. S., Cano, A., Radcliffe, A. M., Porter, L. S., Schubiner, H. & Keefe, F. J. 2011. Pain and emotion: a biopsychosocial review of recent research. Journal of clinical psychology, 67, 942-968.

Malińska, M. & Bugajska, J. 2010. The influence of occupational and non-occupational factors on the prevalence of musculoskeletal complaints in users of portable computers. International Journal of Occupational Safety and Ergonomics, 16, 337-343.

Mardliyah, I. K. 2016. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pasien Swamedikasi Obat Antinyeri di Apotek Kabupaten Rembang Tahun 2016. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Notoatmodjo, S. 2014. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan, Jakarta, Rineka Cipta.

Rahmayanti, E. 2017. Tingkat Pengetahuan dan Rasionalitas Swamedikasi Pasien di Tiga Apotek Kecamatan Medan Sunggal. Universitas Sumatera Utara.

Risser, A., Donovan, D., Heintzman, J. & Page, T. 2009. NSAID Prescribing Precautions. American family physician, 80, 1371-1378.

Ruiz, M. E. 2010. Risks of self-medication practices. Current drug safety, 5, 315-323.

Sarahroodi, S., Maleki-Jamshid, A., Sawalha, A. F., Mikaili, P. & Safaeian, L. 2012. Pattern of self-medication with analgesics among Iranian University students in central Iran. Journal of family & community medicine, 19, 125.

Shafie, M., Eyasu, M., Muzeyin, K., Worku, Y. & Martin-Aragon, S. 2018. Prevalence and determinants of self-medication practice among selected households in Addis Ababa community. PloS one, 13, e0194122.

Thapa, S., Shankar, P. R., Palaian, S. & Aljadhey, H. 2016. Promoting rational self. medication of nonsteroidal anti. inflammatory drugs in Nepal. Archives of Pharmacy Practice, 7, 61-66.

Tjay, T. H. 2015. Obat-obat Penting Edisi ketujuh, Jakarta, Elex Media Komputindo.

Utami, E. R. 2018. Hubungan Pengetahuan Keluarga Dengan Penggunaan Obat Tradisional Di Desa Nunggalrejo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah. Universitas Lampung.

WHO. 1998. The Role of the Pharmacist in Self-Care and Self-Medication [Online]. Geneva: World Health Organization. Available: http://apps.who.int/medicinedocs/en/d/Jwhozip32e/ [Accessed October 5 2019].

Wilcox, C. M., Cryer, B. & Triadafilopoulos, G. 2005. Patterns of use and public perception of over-the-counter pain relievers: focus on nonsteroidal antiinflammatory drugs. The Journal of rheumatology, 32, 2218-2224.

Wójta-Kempa, M. & Krzyzanowski, D. 2016. Correlates of abusing and misusing over-the-counter pain relievers among adult population of Wrocław (Poland). Advances in Clinical and Experimental Medicine, 25, 349-360.




DOI: http://dx.doi.org/10.37294/jrkn.v5i1.315

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.