PENGOBATAN YANG AMAN BERDASARKAN 5 MOMENT FOR MEDICATION SAFETY

Ni Putu Aryati Suryaningsih, Gde Palguna Reganata

Abstract


Latar Belakang: Pelayanan Farmasi merupakan salah satu kegiatan di pelayanan kesehatan yang  menunjang pelayanan kesehatan yang bermutu. Perubahan paradigma kefarmasian dari terfokus pada obat (drug oriented)  menjadi fokus kepada pasien (patient oriented). Patient Oriented menuntut pelayanan kefarmasian yang komprehensif bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan  mengutamakan keselamatan pasien. Dalam meningkatkan keamanan pengobatan pasien, konsep manajemen pelayanan farmasi saat ini bergerak ke arah manajemen obat yang aman (medication safety). WHO mengeluarkan suatu pedoman berupa alat ukur mengenai medication safety 5momen yang mencakup 5 pertanyaan yang digunakan oleh pasien dalam perawatan mereka sendiri guna mencapai pengobatan yang aman. Antibiotik merupakan golongan obat yang paling banyak digunakan di dunia yang digunakan secara tidak tepat dan tidak rasional. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotika yang aman, berdasarkan 5 Momen for Medication Safety. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian potong lintang deskriptif. Hasil: Secara keseluruhan diperoleh 60% yang menjawab benar , yaitu 72,4% yang mengetahui kapan memulai pengobatan antibiotika, 68,8% yang mengetahui mengkonsumsi antibiotika, 42,6% yang mengetahui menambah antibiotika,  47,2% yang mengetahui mereview pengobatannya, dan 68,8% mengetahui dengan benar menghentikan obat antibiotika. Kesimpulan: 60 % masyarakat yang benar mengetahui pengobatan yang aman penggunaan antibiotika dan 40% yang tidak mengetahuinya.

kata kunci: Medication safety, Antibiotika, patient safety.


ABSTRACT

 

Pharmacy services are one of the activities in health services that support quality health services. Change paradigms in Pharmacy form drug oriented to patient oriented. Patient oriented. Patient oriented demands comprehensive pharmaceutical services aimed at improving the quality of life of patients and prioritizing patient safety. In improving the safety of patient medication, the current pharmaceutical service management concept is moving towards safe drug management. WHO released a new tool for measuring the medication safety, 5 momen which includes 5 questions used to patient can be  describe in their own care to achieve medication safety. Antibiotics are the most commonly used in the world that are used inappropriately and irrationally. The aim of study was to describe the safe  use of antibiotics based on  5 Momen for medication safety. Methods : This research is a research with a quantitative approach with a descriptive cross-sectional study design. Result of the study Overall, it was found that 60 % who answer correctly, 72,4 % who’s can know when to start antibiotics treatment, 68,8 % can know taking antibiotics, 42,6% can know when must adding the  antibiotics, 47,2% can know review the medication, and  68,8% can know when must stop the antibiotics. Conclusion : 60 % people who are really use the medication safety  and 40 % do not know it.

Keyword : Medication safety, Antibiotic, patient safety



Keywords


Medication safety, Antibiotika, patient safety.

Full Text:

PDF

References


Anonim, 2004 . Standar Kompetensi Farmasis Indonesia, Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia, Jakarta.

Arikunto Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta

Beaton, D. E., Bombardier, C., Guillemin, F., Ferraz, M. B., Borsa, J. C., Wamser, G. H., … Schoemaker, M. M. (2000). Guidelines for the Process of CrossCultural Adaptation of Self-Report Measures. Spine, 25(24), 3186–3191. https://doi.org/10.1111/cch.12124

Bimo Walgito. 1987. Psikologi Sosial. Yayasan Penerbit Fakultas UGM. Yogyakarta.

Brunton, L.L. et al E.Y. Sukandar, et al. 2010. Goodman & Gilman: Manual Farmakologi dan Terapi. Cetakan 2011. Jakarta: EGC

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman penggunaan antibiotika; 2011.

Fernandes M, Leite A, Basto M, Nobre MA, Vieira N, Fernandes R. Nonadherence to antibiotic therapy in patients visiting community pharmacies. Int J Clin Pharm. 2014;36(1):86-91.

Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

Insany A , Dika P, Destiani , Sani A, Sabdaningtyas , Ivan S. Pradipta. 2015. Hubungan Persepsi terhadap Perilaku Swamedikasi Antibiotik: Studi Observasional melalui Pendekatan Teori Health Belief Model. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia. Vol. 4 No. 2, hlm 77–86

Jananya P. Dhippayom, Piyawat Trevittaya, and Andy S. K. ChengShow more. 2018. Cross-Cultural Adaptation, Validity, and Reliability of the Patient-Rated Michigan Hand Outcomes Questionnaire for Thai Patient

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Badan Pengembanganhttp://labdata.litbang.depkes.go.id/riset-badanlitbangkes/menuriskesnas/menu-riskesdas/374-rkd2013. Dipublikasikan 2013. Diakses 7 Juli 2020.

Machfoedz. 2007. Metodologi Penelitian Bidang Kesehatan, Keperawatan dan. Kebidanan. Yogyakarta: Fitramaya.

Moleong, Lexy, 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. remaja Rosdakarya

Nasution. 2006. Metode Penelitian Naturalistik-kualittaif. Bandung : Tarsito.

Nuraini A, Rika Yulia, Herawati F, Setiasih. 2018. Hubungan Pengetahuan dan Keyakinan dengan Kepatuhan Menggunakan Antibiotik Pasien Dewasa. Fakutas Farmasi Universitas Surabaya. JMPF Vol. 8 No. 4 : 165 – 174

Ni Putu Aryati. Gambaran Tingkat Pengetahuan Penggunaan Swamedikasi Analgesik Di Kota Denpasar. LOMBOK JOURNAL OF SCIENCE 2 (2), 34-39. Agustus 2020

Poerwandari, E. K. 1998. Pendekatan Kualitatif Dalam penelitian Psikologi. Jakarta : Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia

Ika Purwidyaningrum, Jason Merari Peranginangin, Mardiyono, Jamilah Sarimanah . 2019. Dagusibu, Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan di Rumah dan Penggunaan Antibiotik Secara Rasional Di Kelurahan Nusukan. Universitas Setia Budi

Rachmandani A, Sampurno, Achmad Purnomo. 2011. Peran Ikatan Apoteker Indonesia (Iai) Dalam Upaya Pelaksanaan Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Suaifan, Mayadah Shehadeh, Dana A, Darwish, Al-Motassem dan Rula M. Darwish. 2012. A cross-sectional study on knowledge, attitude and behavior related to antibiotic use and resistance among medical and non-medical university students. African Journal of Pharmacy and Pharmacology Vol. 6(10), pp. 763-770, 15 March, 2012

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Suharsini. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Renika Cipta.

Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa (Pengantar. Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguistis). Yogyakarta: Duta. Wacana

Siswandono, dan Soekardjo, 2000. Kimia Medisinal, Jilid II, Edisi II, 207-222,. Airlangga University Press, Surabaya.

Reeves D, 2007, T he 2005 Garrod lecture: The Changing Acces of Patients to Antibiotics-for better worse. J. Antimicrob. Chemother., 59:333-341.

World Health Organization. 2017. Medication without Harm 5 Moment Medication Safety




DOI: http://dx.doi.org/10.37294/jrkn.v5i1.312

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.