STUDI DESKRIPTIF FAKTOR HAMBATAN REMAJA DALAM MELAKUKAN VAKSINASI HUMAN PAPILLOMVIRUS (HPV) DI SMA NEGERI 1 KEDIRI

Ni Made Purwahyuni, Made Rismawan, Nadya Treesna Wulansari

Abstract


Latar Belakang : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor penghambat remaja untuk melakukan vaksinasi human papilloma virus (HPV) di SMA Negeri 1 Kediri. Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross–sectional dan dilakukan tanggal 28 Februari – 28 Maret 2019. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswi kelas X SMA Negeri 1 Kediri dengan jumlah sampel sebanyak 125 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah self-completed questionnaire dan alat pengumpulan data adalah kuesioner. Analisa yang digunakan yaitu analisa univariate dalam frekuensi dan persentase.

Hasil : Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan sebanyak 45,6% responden memiliki hambatan biaya kesehatan yang tinggi untuk melakukan vaksinasi HPV, sementara itu fasilitas dan informasi kesehatan menjadi hambatan yang sedang untuk melakukan vaksinasi HPV (66,4% dan 60,8%).

Kesimpulan : Responden memiliki hambatan yang tinggi terhadap biaya yang diperlukan untuk melakukan vaksinasi HPV karena harga vaksin yang cukup mahal. Diharapkan pemerintah melalui puskesmas dapat memberikan vaksinasi gratis terhadap remaja putri sebagai upaya pencegahan kanker servik sejak dini

 

Kata kunci: Faktor Penghambat, Remaja, Vaksinasi HVP


Keywords


Faktor Penghambat, Remaja, Vaksinasi HVP

Full Text:

PDF

References


administrasi kesehatan (Edisi 3). Jakarta: Penerbit Binarupa Aksara.

Damayanti&Pratiwi. (2017). Alasan remaja putri tidak melaksanakan vaksinasi HPV. Jurnal Genta Kebidanan, 7(1), 5-8.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan. (2016). Profil kesehatan Kabupaten Tabanan. Tabanan : Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan.

Jaspers,L., Budiningsih,S., Wolterbeek,R., Henderson, F.C., Peters, A.A.W. (2011) parental acceptance of human papillomavirus (HPV) vaccination in Indonesia: A cross-sectional study. Vaccine [Internet].

Kemetrian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Buletin jendela data & informasi kesehatan. Jakarta : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Panduan penatalaksanaan kanker servik. Jakarta: Kementrian Kesehatan Indonesia.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Data dan informasi profil kesehatan indonesia. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Nurlaia. (2016). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku melakukan vaksinasi kanker servik. Mahakam Midwifery Journal, 1 (2), 96-105.

Nursia, N. (2017). Hubungan pengetahuan, status ekonomi, peran petugas kesehatan dan peran keluarga terhadap vaksinasi HPV (human papilloma virus) di klinik dara jingga kota jambi. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 18(1).

Pender, N. J. (2011). The health promotion model clinical assesment for health promotion plan. Nursing Research.

Rozi. (2015). Kiat mudah mengatasi kanker servik. Yogjakarta : Aulia Publishing.

Rachmani, B., Shaluhiyah,Z., & Cahyo,K. (2012). Sikap remaja perempuan terhadap pencegahan kanker servik melalui vaksinasi HVP di kota semarang. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 11(1).

Setiawati. (2008). Proses pembelajaran dalam pendidikan kesehatan. Jakarta: TIM.

Suryani. (2017). Pengetahuan dan sikap tentang perilaku vaksinasi HPV pada siswi SMA swasta. Jurnal MKMI, 13(2).

Tilong, A. (2012). Bebas dari ancaman kanker servik. Jogjakarta : Flashbooks.

WHO (World Health Organization). (2013). Bulletin of the word health organization, 90:478-478A.




DOI: http://dx.doi.org/10.37294/jrkn.v4i2.246

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.