PENYULIT DOMINAN YANG DIALAMI SELAMA INTRADIALISIS PADA PASIEN YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS DI BRSU TABANAN-BALI

I Gusti Ayu Puja Astuti Dewi, Anselmus Aristo Parut

Abstract


Gagal ginjal adalah suatu keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang irreversible dan membutuhkan terapi pengganti ginjal untuk mempertahankan hidup yaitu melaksanakan hemodialisis (HD). HD adalah dialisis yang dilakukan di luar tubuh. Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) menyebutkan jumlah pasien HD baru dan pasien HD aktif di Indonesia tahun 2007-2012 terjadi peningkatan sekitar 14.644 pasien HD baru dan 7.276 pasien HD aktif di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross-sectional untuk menentukan penyulit dominan yang terjadi pada pasien HD. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling di BRSU Tabanan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non-probability sampling yaitu total populasi dengan jumlah sampel 180 orang. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdiri dari kuesioner tentang karakterisktik responden dan lembar observasi penyulit yang terjadi selama intradialisis. Berdasarkan hasil analisis penyulit yang sering dialami pasien HD yaitu  hipertensi sebanyak  98 responden (54,4%). Rata- rata tekanan darah mengalami penurunan di jam pertama, dan mengalami peningkatan di jam ke empat. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi intradialisis masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

 


Keywords


Keperawatan

Full Text:

PDF

References


Alwi, TN. (2009). Komplikasi Akut Intradialisis. Devisi Nefrologi-Hipertensi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Diperoleh tanggal 12 Oktober 2018 dari: http://www.neliti.com/id/schr?/q=komplikasi/intradialisis%hd=id.

Armiyati, Y.P. (2009). Komplikasi intradialisis yang dialami pasien CKD saat menjalani hemodialisis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Jakarta: tidak dipublikasikan.

Corwin, E. J. 2009. Buku Saku Patofisiologi, Edisi 3. Jakarta: EGC.

Dharmawan, dkk. 2018. Faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi intradialitik pada populasi hemodialisis di Rumah Sakit Sanglah Denpasar. MEDICINA 2018, Volume 49, Number 2: 266-270.

Dewi, A. dan Parut, A. (2017). Faktor Dominan Yang Berhubungan Dengan Kualitas Hidup Penderita Penyakit Ginjal Stadium Akhir Yang Menjalani Terapi Hemodialisis Di Brsutabanan-Bali, Denpasar: STIKES Bali.

Febryriantini, P. R., (2015), Hubungan antara IDWG dengan Komplikasi Intra Hemodialisis pada Pasien CKD Stage V yang menjalani Terapi Hemodialisis di Ruang Hemodialisa BRSU Tabanan tahun 2015. [Skripsi]. Denpasar: STIKES Bali.

Hays, R.D., et al. 1995. Kidney Disease Quality of Life Short Form (KDQOL-SFTM), Version 1,3 : A Manual for Use and Scoring. Santa Monica, CA: RAND, P-7994.

Indonesian Renal Registry. 2012. Data Penderita Gagal Ginjal Kronik yang MenjalaniHemodialisis, Jawa Barat.

Jablonski, A, (2007), The Multidimensional Characteristic of Symptoms Reported by Patients on Hemodialysis, Nephrology Nursing Journal, 29-38

Kallenbach, J.Z., et al. 2005. Hemodialysis for nurses and dialysis personel, 7thEdition. St Louis Missouri : Elsevier Mosby.

KKIGDH.2010. Kursus Keperawatan Intensive Ginjal Dialisis Hipertensi. Jakarta: Tidak dipublikasikan.

Liani, N.A. 2016. Hubungan Penambahan Berat Badan Interdialisis Dengan Hipertensi Intradialisis Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Di Rsd Dr. Soebandi. [Skripsi]. Jember:Universitas Jember.

Mardyaningsih, D. P. (2014).Kualitas Hidup Pada Penderita Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Terapi Hemodialisis di RSUD dr.Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri. Diperolehtanggal 15 Oktober 2018.

Maryantini, Ary. (2013). Gambaran Kualitas Hidup Pasien Hemodialisisyang

MengalamiKetidakpatuhanDalamMenjalaniPembatasanAsupanCairan Di

RuangHemodialisis BRSU Tabanan.[Skripsi]. Denpasar: STIKES Bali.

Morton,G.P., dkk. 2012. Keperawatan Kritis, Volume 1 Edisi 8. Jakarta: EGC.

Nurchayati.S. 2011.Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Di Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap Dan Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. [Tesis]. Jakarta: Universitas Indonesia

Novail, Suryono&Cici Komariah (2018). Hubungan Quick of Blood dengan Kejadian Hipertensi Intradialisis pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Stadium V di RSD dr.Soebandi Jember. Journal of Agromedicine and Medical Sciences Vol. 4. No. 1. Diperoleh tanggal 14 Juni 2019 dari: https://www.neliti.com/id/search?q=Downloads/hub%20QB%20dengan%20kejadian%20Hipertensi%20IHD.pdf

Pebriantari, G., dan Dewi, A. (2017). Hubungan Penyulit Intra Hemodialisis Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Chronic Kidney Disease (Ckd) Stage V Yang Menjalani Hemodialisis Di Ruang Hemodialisa Brsu Tabanan Tahun 2017, JRKN Vol 2.

Perhimpunan Nefrologi Indonesia.(2003). Konsensus dialisis. Jakarta : tidak dipublikasikan.Thomas, N. (2002). Renal nursing (2nd Edition). London United Kingdom : Elsevier Science.

Sudoyo, A.W., dkk. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid II Edisi IV. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Wijaya, Andra S. & Putri, Y. M. (2013). KMB 1 Keperawatan Medikal Bedah (Keperawatan Dewasa). Yogyakarta: Nuhas Medika.




DOI: http://dx.doi.org/10.37294/jrkn.v3i2.173

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.