GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN TENTANG ASUHAN MANDIRI RAMUAN DAN AKUPRESUR DI POLI KEBIDANAN PUSKESMAS TABANAN III

Ni Nyoman Nuartini, ni putu noviana sagitarini

Abstract


Latar Belakang: Hasil Riskesdas Tahun 2013 menemukan bahwa proporsi rumah tangga yang memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional sebesar 30,4%. Jenis pelayanan yang paling banyak digunakan adalah keterampilan tanpa alat sebesar 77,8%,  ramuan sebesar 49%, keterampilan dengan alat 7,1%, dan keterampilan dengan pikiran 2,6%. Pelayanan ini diberikan juga di poli kebidanan Puskesmas Tabanan III namun pelayanan ini belum banyak dimanfaatkan oleh pasien-pasien yang melakukan perawatan di pelayanan kesehatan maternitas salah satunya di poli kebidanan. Tujuan: Untuk mengetahui Pengetahuan dan Sikap Pasien Tentang Asuhan Mandiri Ramuan dan Akupresur di Poli Kebidanan Puskesmas Tabanan III. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriftif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampel menggunakan total sampel yang melibatkan 150 orang responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan  analisis statistic distribusi frequensi. Hasil: Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar pengetahuan responden tentang asuhan mandiri ramuan dan akupresur berada dalam kategori cukup (37,7%). Demikian pula dengan gambaran sikap responden menunjukkan sikap yang positif sebesar  (62,7%). Kesimpulan: Gambaran Pengetahuan dan Sikap Pasien tentang Asuhan Mandiri Ramuan dan Akupresur cukup baik namun diharapkan Puskesmas Tabanan III tetap melakukan sosialisasi dan pemberian informasi kepada masyarakat untuk meningkatkan pelayanan asuhan mandiri ini.


Keywords


pengetahuan, sikap, asuhan mandiri

Full Text:

PDF

References


Depkes. 2012. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Hidayat. 2014. Metode Penelitian dan Teknik Analisis Data. Edisi Revisi. Jakarta : Penerbit Salemba Medika.

Jabbar, A., Musdalipah., dan Nurwati, A.(2017). Studi Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Terhadap Penggunaan Obat Tradisional Bagi Masyarakat di Desa Sabi-Sabila Kecamatan Mowewe Kabupaten Kolaka Timur. Majalah Farmasi, Sains, dan Kesehatan Pharmauho Volume 3, No. 1, Hal. 19-22. Diperoleh Tanggal 8 April 2019 dari http://ojs.uho.ac.id/index/pharmauho/article/download/3448/2602

Kementerian Kesehatan RI. 2010. Obat Tradisional Masuk Dalam Sistem Pelayanan Kesehatan Formal. http://www.depkes.go.id/article/print/1102/obat-tradisional-masuk-dalam-sistem--pelayanan-kesehatan-formal.html. 30 Oktober 2018 (16:14).

Kementerian Kesehatan RI. 2017. Modul Pelatihan Manajemen Puskesmas. Badan PPSDM Kesehatan. Jakarta.

Notoatmodjo S. 2007. Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Jakarta: Rineka Cipta

Notoatmodjo. 2010. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta : PT.Rhineka Cipta

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2014. Pelayanan Kesehatan Tradisional. 3 Desember 2014. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 369. Jakarta.

Siswanto. 2017. Pengembangan Kesehatan Tradisional Indonesia: Konsep, Strategi dan Tantangan. http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/jpppk/article/view/8045. 30 Oktober 2018 (09:30).

Swarjana. (2015). Metodologi Penelitian Kesehatan. (Monica Bendatu, Ed.) (Edisi Revisi). Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Utami, E.R. 2018. Hubungan Pengetahuan Keluarga Dengan Penggunaan Obat Tradisional Di Desa Nunggalrejo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah. Diperoleh tanggal 12 April 2019, dari http://digilib.unila.ac.id

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Kesehatan. 13 Oktober 2009. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144. Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.37294/jrkn.v3i1.140

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.